2. Gaya Antar Molekul

1.        Gaya London

Gaya London adalah gaya yang ditimbulkan oleh ikatan dipol sesaat. Gaya London dapat terjadi pada gas mulia yang mempunyai keelektronegatifan nol. Contohnya pada Neon, dimana gas neon bisa dicairkan. Pada suhu yang sangat rendah dan pada suhu ynag sangat tinggi, atom-atom neon akan saling berdekatan sehingga kestabilan elektronnya akan terganggu.  Hal ini menyababkan dalam atom Neon terbentuk dua kutub (dipol) antara molekul ynag sama. Dipol ini mengadakan ikatan sehingga neon berubah menjadi cair. Dipol ini bersifat sementara, karena elektron selalu bergerak dalam orbital sehingga pasa saat berikutnya dipol itu hilang. Dipol ini disebut dipol sesaat. Ikatan dipol sangat lemah, tetapi iaktannya akan bertambah kuat dengan bertambahnya elektron, sehingga titik didih makin tinggi.

Kekuatan gaya London bergantung pada beberapa faktor, antara lain kerumitan molekul dan ukuran molekul.

a.       Kerumitan Molekul

  • Lebih banyak terdapat interaksipada molekul kompleks dari molekul sederhana, sehingga Gaya London lebih besar dibandingkan molekul sederhana.
  • Makin besar Mr makin kuat Gaya London.

b.      Ukuran Molekul

  • Molekul yang lebih besar mempunyai tarikan lebih besar dari pada molekul berukuran kecil. Sehingga mudah terjadi kutub listrik sesaat yang menimbulkan Gaya London besar.
  • Dalam satu golongan dari atas ke bawah, ukurannya bertambah besar, sehingga gaya londonnya juga semakin besar.

2.        Gaya Van der Waals

Antar molekul yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang sangat kecil terdapat gaya tarik-menarik walaupun sangat lemah. Gaya tarik menarik ini di namakan gaya Van der Waals.karena gaya ini sangat lemah maka zat yang mempunyai ikatan Van der Waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah.

Gaya van der Waals bersifat permanen sehingga lebih kuat dari gaya London.

Gaya Van der Waals terdapat pada senyawa Hidrokarbon contohnya pada CH4. perbedaan keelektronegatifannya C(2,5) dengan H(2,1), sangat kecil yaitu sebesar 0,4.

Senyawa- senayawa yang mempunyai ikatan Van der Waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah, tetapi dengan bertambahnya Mr ikatan akan makin kuat sehingga titik didih lebih tinggi. Contohnya titik didih C4H10 > C3H8 > C2H6 > CH4 >.

3.        Ikatan Hidrogen

Ikatan Hidrogen ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom yang elektronegatifitasnya tinggi (N, O, F), baik antar molekul atau inter molekul. Kutub positif pada kedudukan H berikatan dengan kutub negatif pada kedudukan atom yang keelektronegatifannya besar seperti N, O, F.

Pada molekul HF ujung molekul pada atom H lebih bermuatan positif dan ujung molekul pada atom F lebih bermuatan negative. Jadi, antara atom H pada molekul pertama dengan atom F pada molekul berikutnya terjadi gaya tarik-manarik yang cukup kuat.

Titik didih HF > HI > HBR > HCL, walaupun HF mempunyai Mr lebih kecil dari HCl tetapi mempunyai titik didih paling tinggi, hal ini disebabkan karena antar molekul HF terdapat ikatan Hidrogen.

Ikatan hydrogen jauh lebih kuat dari pada gaya Van der Waals, sehingga zat yang mempunyai ikatan Hidrogen mempunyai  titik cair dan titik didih yang rtelatif tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: